Kamis, 28 Januari 2010
Suatu ketika, ada seorang perempuan yang kembali pulang ke rumah,dan ia
melihat ada 3 orang laki-laki berjanggut yang duduk di halaman depan.
Perempuan itu tidak mengenal mereka semua. Perempuan itu berkata: "Aku
tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.Mari
masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut."
Laki-laki berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah
suamimu sudah
pulang?" Perempuan itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar."
"Oh kalau
begitu, kami tak ingin masuk.Kami akan menunggu sampai suami mu kembali"
kata laki-laki itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan
semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini,
lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah
kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini."
Perempuan itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke
dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama" , kata
laki-laki
itu hampir bersamaan."Lho, kenapa? "tanya perempuan itu karena merasa
heran.
Salah seorang laki-laki itu berkata, "Nama dia Kekayaan,"katanya
sambil
menunjuk seorang laki-laki berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang
ini bernama Kesuksesan", sambil memegang bahu laki-laki berjanggut
lainnya. "Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya
kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."
Perempuan itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan laki-laki di
luar. Suaminya pun merasa heran. "Oh...menyenangkan sekali. Baiklah,
kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah
ini penuh dengan Kekayaan." Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia
bertanya, "sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja?
Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum
kita. " Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu.. Ia pun ikut
mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik
jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan
nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta". Suami-istri itu setuju dengan
pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke
dalam.
Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita."
Perempuan itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 laki-laki itu.
"Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda
menjadi tamu kita malam ini." Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju
beranda rumah. Oh..ternyata, kedua laki-laki berjanggut lainnya pun ikut
serta.
Karena merasa ganjil, perempuan itu bertanya kepada si Kekayaan dan si
Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi
kenapa kamu ikut juga?" Kedua laki-laki yang ditanya itu menjawab
bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka
yang lainnya akan tinggal di luar. Namun,
karena Anda mengundang si
Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya.
Dimana ada Cinta, maka Kekayaan danKesuksesan juga akan ikut serta.
Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya Cinta yang bisa
melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan,
kepada jalan yang lurus.. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan.
Saat kami menjalani hidup ini"
melihat ada 3 orang laki-laki berjanggut yang duduk di halaman depan.
Perempuan itu tidak mengenal mereka semua. Perempuan itu berkata: "Aku
tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.Mari
masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut."
Laki-laki berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah
suamimu sudah
pulang?" Perempuan itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar."
"Oh kalau
begitu, kami tak ingin masuk.Kami akan menunggu sampai suami mu kembali"
kata laki-laki itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan
semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini,
lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah
kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini."
Perempuan itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke
dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama" , kata
laki-laki
itu hampir bersamaan."Lho, kenapa? "tanya perempuan itu karena merasa
heran.
Salah seorang laki-laki itu berkata, "Nama dia Kekayaan,"katanya
sambil
menunjuk seorang laki-laki berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang
ini bernama Kesuksesan", sambil memegang bahu laki-laki berjanggut
lainnya. "Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya
kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."
Perempuan itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan laki-laki di
luar. Suaminya pun merasa heran. "Oh...menyenangkan sekali. Baiklah,
kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah
ini penuh dengan Kekayaan." Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia
bertanya, "sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja?
Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum
kita. " Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu.. Ia pun ikut
mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik
jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan
nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta". Suami-istri itu setuju dengan
pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke
dalam.
Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita."
Perempuan itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 laki-laki itu.
"Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda
menjadi tamu kita malam ini." Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju
beranda rumah. Oh..ternyata, kedua laki-laki berjanggut lainnya pun ikut
serta.
Karena merasa ganjil, perempuan itu bertanya kepada si Kekayaan dan si
Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi
kenapa kamu ikut juga?" Kedua laki-laki yang ditanya itu menjawab
bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka
yang lainnya akan tinggal di luar. Namun,
karena Anda mengundang si
Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya.
Dimana ada Cinta, maka Kekayaan danKesuksesan juga akan ikut serta.
Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya Cinta yang bisa
melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan,
kepada jalan yang lurus.. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan.
Saat kami menjalani hidup ini"
Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wouw… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu??Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.””
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”
Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “
Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”
Note :
Pelajaran Hari Ini : Semua orang di dunia ini penting. Buka matamu, pikiranmu, hatimu. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca buku itu sampai selesai. Orang bijak berbicara “Hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPAKAH KAMU tetapi APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN”..Yesus Mengasihimu..amin GBU
Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu??Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.””
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”
Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “
Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”
Note :
Pelajaran Hari Ini : Semua orang di dunia ini penting. Buka matamu, pikiranmu, hatimu. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca buku itu sampai selesai. Orang bijak berbicara “Hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPAKAH KAMU tetapi APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN”..Yesus Mengasihimu..amin GBU
Langganan:
Postingan (Atom)
